Cari bahan aktif dan pahami cara kerjanya sebelum membeli produk.
Ekstrak akar Acanthopanax senticosus (Eleutherococcus senticosus) tercatat berfungsi sebagai astringent dalam formulasi kosmetik.
Ekstrak Alchemilla vulgaris berfungsi sebagai astringent dan skin conditioning dalam produk perawatan kulit.
Alkohol cepat kering yang membuat tekstur produk ringan, namun bisa mengeringkan bila kadarnya tinggi.
Cocok: berminyak
Alcohol denat. adalah etanol yang didenaturasi dan digunakan sebagai pelarut serta astringen, namun dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi pada sebagian kulit.
Alcohol Denat. adalah pelarut dan astringen yang membuat formula cepat menyerap namun dapat mengeringkan dan berpotensi mengiritasi kulit jika kadarnya tinggi.
Alkohol yang didenaturasi (etanol) yang berfungsi sebagai pelarut, astringen, dan pengontrol viskositas, namun dapat mengeringkan kulit pada kadar tinggi.
Aluminum Chloride berfungsi sebagai agen antiperspiran dan astringen yang mengurangi produksi keringat sementara.
Aluminum Chlorohydrate berfungsi sebagai antiperspirant, astringent, dan deodorant dalam produk perawatan tubuh.
Larutan amonia dalam air yang berfungsi menaikkan dan menyangga pH formula, namun dikenal sebagai iritan kulit sehingga dipakai kadar rendah.
Larutan asam asetat (biasanya sekitar 5%) yang terutama dipakai untuk menyesuaikan pH formula dengan sifat disinfektan ringan, namun dapat mengiritasi dan mengeringkan kulit dalam jumlah besar.
Sinonim cuka apel; larutan asam asetat yang terutama digunakan untuk menyesuaikan pH formula, dan dapat mengiritasi serta mengeringkan kulit dalam jumlah besar.
Ekstrak daun lemon myrtle (Backhousia Citriodora) berfungsi sebagai astringen dan pengondisi kulit dengan efek mengatur sebum, namun kaya citral yang bersifat iritatif.
Benzophenone berfungsi sebagai UV absorber dan masking dalam kosmetik, umumnya untuk menstabilkan produk terhadap sinar UV, dan merupakan bahan yang mendapat perhatian regulasi.
Butylphenyl Methylpropional (Lilial) adalah bahan pewangi sintetis beraroma lily yang dilarang di kosmetik Uni Eropa sejak Maret 2022 karena kekhawatiran terhadap kesuburan.
C9-15 Fluoroalcohol Phosphate adalah agen pengondisi kulit golongan PFAS yang dikaitkan dengan kekhawatiran persistensi dan bioakumulasi.
Calcium oxide adalah bubuk putih yang berfungsi sebagai pengatur pH (buffering) serta agen penyerap dan pengopak dalam formulasi kosmetik.
Camphora (kamfer) berfungsi sebagai bahan pewangi dan denaturan yang memberi sensasi dingin, dan berpotensi mengiritasi sehingga hanya dipakai pada konsentrasi rendah.
Ekstrak Capsicum annuum (paprika/cabai) berfungsi sebagai antioksidan dan skin conditioning agent penstimulasi sirkulasi, dan berpotensi mengiritasi karena kandungan kapsaisin.
Ekstrak buah Capsicum frutescens (cabai) berfungsi sebagai skin conditioning agent yang menghangatkan dan menstimulasi sirkulasi, dan berpotensi mengiritasi karena kapsaisin.
Citrus Aurantifolia (lime) Juice adalah sari buah jeruk nipis yang bersifat mengondisikan kulit namun dapat menyebabkan fotosensitivitas dan iritasi karena furokumarinnya.
Citrus Aurantifolia (lime) Peel Oil adalah minyak kulit jeruk nipis yang memberi aroma namun bersifat fototoksik (mengandung furokumarin) sehingga penggunaannya dibatasi pada produk leave-on.
Citrus Aurantium (jeruk pahit) dipakai dalam kosmetik sebagai skin conditioning dan pewangi, namun bagian kulit buahnya mengandung furanokumarin yang bersifat fototoksik.
Citrus Aurantium Amara (jeruk pahit) berfungsi sebagai skin conditioning dan astringen alami, tetapi kandungan senyawa fototoksik pada kulit buahnya perlu diperhatikan.
Citrus Aurantium Bergamia (bergamot) Oil adalah minyak esensial bergamot yang dipakai sebagai pewangi namun bersifat fototoksik karena furokumarin seperti bergapten.
Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Extract berfungsi sebagai masking dan skin conditioning dengan kandungan asam buah dan flavonoid, namun sebagai ekstrak sitrus perlu diperhatikan potensi iritasinya.
Citrus Grandis (grapefruit) adalah bahan dari buah jeruk bali yang berfungsi sebagai astringen dan skin conditioning, namun kandungan furanocoumarin pada kulitnya bersifat mildly fototoksik.
Ekstrak biji grapefruit (Citrus grandis) yang dipromosikan sebagai bahan antimikroba/pengawet alami, namun efektivitasnya diperdebatkan dan sering diduga mengandung pengawet sintetis.
Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract berfungsi sebagai masking dan skin conditioning yang mengandung asam sitrat serta vitamin C, namun ekstrak sitrus perlu diperhatikan karena potensi iritasi/fotosensitivitas.
Citrus Limon Fruit Water (hidrosol lemon) adalah cairan hasil hidrodistilasi buah lemon yang digunakan sebagai bahan penyegar dan astringen ringan untuk menyeimbangkan kulit berminyak.
Citrus Limon Juice adalah sari buah lemon yang mengandung asam sitrat dan dipakai sebagai eksfolian/astringen ringan, namun sifatnya yang sangat asam dapat mengiritasi kulit sensitif.
Citrus Limon Oil adalah minyak esensial lemon yang dipakai sebagai pewangi dan pengharum, namun mengandung limonene serta furanokumarin sehingga berpotensi menyebabkan iritasi dan fototoksisitas.
Citrus Limonum adalah bahan turunan lemon yang umumnya berfungsi sebagai pewangi dan pengkondisi kulit, tetapi minyak sitrusnya mengandung senyawa yang berpotensi mengiritasi dan fototoksik.
Minyak atsiri dari kulit lemon yang berfungsi sebagai pewangi dan pengkondisi kulit, namun bersifat fototoksik karena mengandung furanokumarin.
Ekstrak lemon yang berfungsi sebagai astringen, tonik, dan pewangi, namun sebagai bahan sitrus dapat memicu sensitivitas kulit.
Ekstrak buah lemon yang bersifat astringen dan eksfoliasi ringan namun dapat mengandung alergen limonene dan senyawa fototoksik sehingga perlu kehati-hatian pada kulit sensitif.
Minyak atsiri lemon (Citrus medica limonum) yang berfungsi sebagai pewangi dan pengkondisi kulit, mengandung terpen seperti limonene dan berpotensi fototoksik.
Citrus Medica Limonum Juice adalah sari buah lemon yang berfungsi sebagai astringen, tetapi sangat asam (pH sekitar 2) dan sensitif bagi kulit serta mengandung senyawa fototoksik bergapten.
Citrus Medica Limonum Oil adalah minyak esensial lemon yang berfungsi sebagai pewangi dan pengkondisi kulit, mengandung terpen seperti limonene yang berpotensi menyebabkan sensitisasi.
Minyak esensial kulit lemon yang berfungsi sebagai pewangi dan skin conditioning, namun mengandung furanokumarin yang bersifat fototoksik.
Minyak kulit grapefruit yang berfungsi sebagai pewangi dan penyamar bau, namun mengandung furanokumarin yang bersifat fototoksik ringan.
Minyak kulit grapefruit yang berfungsi sebagai pewangi (masking/perfuming) dengan kandungan limonene tinggi dan bersifat fototoksik ringan karena furanokumarin.
Clove (minyak cengkih) berfungsi sebagai pewangi dan antioksidan dengan kandungan eugenol tinggi, tetapi eugenolnya memiliki risiko iritasi dan sensitisasi yang lebih besar dibanding kebanyakan minyak tumbuhan.
Minyak atsiri daun cengkeh (Eugenia caryophyllus) yang berfungsi sebagai pewangi dan pengkondisi kulit, namun kaya eugenol sehingga berisiko iritasi dan sensitisasi.
Coal Tar adalah produk sampingan distilasi batu bara yang digunakan sebagai bahan aktif obat OTC untuk ketombe, seborea, dan psoriasis dengan cara memperlambat pergantian sel kulit berlebih.
SD Alcohol 40-B adalah etanol yang didenaturasi dengan tert-butil alkohol dan berfungsi sebagai pelarut, astringen, serta penurun viskositas, namun dapat bersifat mengeringkan dan mengiritasi barrier kulit.
Alcohol Denat adalah etanol yang didenaturasi dan berfungsi sebagai pelarut, astringen, serta penurun viskositas, tetapi dapat mengeringkan kulit dan mengganggu barrier terutama pada kulit kering atau sensitif.
Dibutyl Phthalate adalah plasticizer yang dipakai dalam cat kuku agar tidak mudah retak, namun dilarang di kosmetik Uni Eropa karena diklasifikasikan sebagai toksik reproduksi.
Diethanolamine (DEA) adalah pengatur pH yang menetralkan keasaman formula, namun tidak boleh dipakai jika berisiko membentuk senyawa N-nitroso yang berbahaya.
Diethyl Phthalate adalah pelarut yang juga berperan sebagai denaturant, film former, dan plasticizer; sebagai ftalat, bahan ini telah beberapa kali menjadi objek opini keamanan Komisi Eropa.
Dipotassium Phosphate adalah garam anorganik yang berfungsi sebagai pengatur pH (buffer) dan sekuestran/kelator dalam formulasi kosmetik.
Agen pengkelat (Disodium EDTA) yang mengikat ion logam dalam formula untuk menjaga stabilitas dan mencegah kerusakan produk, dipakai dalam kadar sangat kecil.
Ethyl acrylate adalah monomer akrilat yang dipakai dalam produk kuku dan pembentuk film, serta merupakan sensitizer kontak yang dapat memicu alergi.
Ethylenediamine adalah diamina reaktif yang digunakan sebagai bahan baku sintesis dan agen pengatur pH/buffer; merupakan alergen kontak yang perlu diperhatikan.
Ekstrak bunga cengkeh (Eugenia Caryophyllus) berfungsi sebagai astringent, masking, dan tonic menurut CosIng.
Ekstrak Evernia furfuracea (treemoss/oakmoss) adalah bahan pewangi yang termasuk dalam daftar 26 alergen EU dan wajib dicantumkan karena berisiko memicu dermatitis kontak.
Ferric Chloride adalah garam besi yang digunakan sebagai astringen untuk mengencangkan pori kulit dalam kosmetik.
Ekstrak jamur Fomes Officinalis diklasifikasikan CosIng sebagai bahan pelindung kulit dengan efek astringen yang mengencangkan pori.
Ekstrak jamur Fomes Officinalis (ejaan varian) diklasifikasikan CosIng sebagai bahan pelindung kulit dengan efek astringen yang mengencangkan pori.
Ekstrak Fragaria Vesca (stroberi liar) berfungsi sebagai astringen dan pengondisi kulit yang mengecilkan tampilan pori berkat kandungan tanin.
Pewangi yang membuat produk nyaman dipakai, namun juga salah satu pemicu iritasi dan alergi kontak paling umum.
Cocok: normal